ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SERTA PRIA PASANGAN USIA SUBUR SEBAGAI AKSEPTOR KB MEDIS OPERATIF PRIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBER AGUNG KECAMATAN MARGO TABIR KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2017
Keywords:
Asessmen Resiko, Identifikasi Resiko, Pengelolaan Resiko, Keselamatan PasienAbstract
Menurut (WHO, 2015) kontrasepsi digunakan oleh mayoritas wanita menikah atau in-union di hampir semua wilayah di dunia. Pada tahun 2015, terdapat 64% wanita menikah atau in-union usia subur di seluruh dunia dengan beberapa metode kontrasepsi. Namun penggunaan kontrasepsi jauh lebih rendah di negara maju dengan jumlah 40% dan sangat rendah di afrika dengan 33%. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2013 - 2015 di Nasional peserta KB baru yang terbanyak menggunakan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan jenis Medis Operatif Pria (MOP) yaitu pada tahun 2013 adalah 0,25% dari 18,49% Peserta KB baru, pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 0,21% dari 16,51% Peserta KB baru, dan pada tahun 2015 terus mengalami penurunan menjadi 0,16% dari 13,46% Peserta KB baru. Partisipasi pria dalam program keluarga berencana sangat penting karena pria adalah partner dalam reproduksi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif analitik untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan MOP. Informan penelitian ini adalah 11 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan panduan wawancara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan KB MOP di dasari adanya faktor pendukung antara pengetahuan, persepsi, dukungan istri dan peran petugas kesehatan dalam keikutsertaan pria pasangan usia subur terhadap akseptor KB.
Kesimpulkan penerimaan KB MOP di Wilayah kerja puskesmas Sumber Agung masih sangat rendah karena adanya faktor pendukung antara pengetahuan, persepsi, dukungan istri dan peran petugas kesehatan dalam keikutsertaan pria pasangan usia subur terhadap akseptor KB.
