INDIKASI MEDIS PERSALINAN DENGAN SECTIO CAESAREA MENURUT FAKTOR RISIKO DI RSD KOLONEL ABUNDJANI BANGKO
Keywords:
Indikasi Medis Sectio Caesarea, Paritas, UsiaAbstract
Standar rata-rata sectio caesarea di sebuah negara menurut WHO adalah sekitar 5-15% per1000 kelahiran di dunia. Rumah Sakit pemerintah kira – kira 11% sementara Rumah Sakit Swasta bisa lebih dari 30%, dan terjadi peningkatan persalinan dengan sectio caesarea di seluruh negara selama tahun 2007 – 2008 yaitu 110.000 per kelahiran di seluruh Asia (Sinha Kounteya, 2010). Tingginya tindakan sectio caesarea di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor ibu dan janin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis peneltian cross sectional, tujuan penelitian diketahuinya distribusi tindakan sectio caesarea menurut indikasi medis dengan faktor resiko di Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko. Populasi dalam penelitian adalah ibu yang bersalin dengan sectio caesarea berjumlah 335 orang dengan sampel berjumlah 77 orang. Penelitian ini menunjukan kejadian sectio caesarea berdasarkan indikasi medis lebih banyak terjadi pada usia dan paritas tidak berisiko dibandingkan dengan berisiko. Diduga ada dua indikasi medis ibu yang berhubungan dengan paritas yaitu KPD dan kala II lama, sedangkan paritas tidak berhubungan dengan riwayat sectio caesarea, PEB ,post term dan plasenta previa. Diduga usia ibu tidak berhubungan dengan KPD, kala II lama,riwayat sectio caesarea, PEB, post term dan plasenta previa. Diduga paritas tidak berhubungan dengan gameli, letak senugsang, letak lintang. Diduga usia tidak berhubungan dengan gameli, letak senugsang, letak lintang. Penelitian ini mayoritas diduga paritas dan usia tidak berhubungan dengan indikasi medis persalinan sectio caesarea. Maka dari itu diharapkan bagi petugas kesehatan mengurangi angka kejadian persalinan SC yang disebabkan faktor lain dari persalinan sectio caesarea.
