ANALISIS CEMARAN TIMBAL [Pb(II) PADA TANAMAN SELADA YANG DIJUAL DI PASAR TALANG BANJAR JAMBI BERDASARKAN JARAK LOKASI BERDAGANG DENGAN JALAN RAYA SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
Keywords:
Logam berat, selada, sayuran, spektrofotometri serapan atomAbstract
Udara di Indonesia 70% disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor yang berkontribusi hampir 98% timbal ke udara. Timbal (Pb) adalah logam beracun dan berbahaya yang berbahaya bagi lingkungan dan berdampak pada seluruh sistem tubuh. Lingkungan yang dapat terkontaminasi dapat berupa udara, air, tanah, makanan dan lainnya. Sayuran adalah contoh makanan yang bisa terkontaminasi oleh timbal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan timbal (Pb) dalam daun selada yang dijual di pasar Talang Banjar Jambi berdasarkan jarak lokasi perdagangan dari jalan raya. Metode penelitian adalah survei deskriptif. Pemeriksaan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom.
Studi ini menemukan bahwa kadar timbal tertinggi ditemukan pada selada yang dijual di lokasi perdagangan 0 meter dari jalan raya sebelum dicuci dalam jumlah 1,57 mg/kg, kadar selada yang telah dicuci menurun menjadi 1,12 mg/kg, dan selada yang tertutup 0,73 mg/ kg.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin dekat lokasi perdagangan ke jalan raya, semakin tinggi tingkat timbal yang ditemukan pada sayuran. Kandungan logam timbal (Pb) yang diperiksa masih di bawah ambang batas nilai persyaratan yang ditetapkan oleh Keputusan Direktur Jenderal POM No: 03725/B/SK/VII/89 tentang batas maksimum kontaminasi logam dalam makanan yaitu 2 mg/kg. Pedagang disarankan untuk lebih memperhatikan kebersihan sayuran selada, misalnya, memberikan penutup pada sayuran yang terkontaminasi oleh polutan. Kepada konsumen disarankan untuk mencuci sayuran sebelum dikonsumsi menggunakan air yang mengalir.
