FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SANITASI LINGKUNGAN DI DESA RANTAU LIMAU KAPAS KECAMATAN TIANG PUMPUNG KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2017
Keywords:
Pengetahuan, Motivasi, Peran Petugas, Perilaku Sanitasi LingkunganAbstract
Sanitasi lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih, Sanitasi yang buruk memungkinkan berbagai penyakit menular terus menyebar. Sanitasi lingkungan berhubungan langsung dengan penyakit berbasis lingkungan. pembuangan sampah dan saluran pembungan air limbah rumah tangga. Desa Rantau Limau Kapas berdasarkan inspeksi sarana kesehatan lingkungan mempunyai tingkat pencemaran sebesar 46,65%. Dengan tingkat pencemaran tersebut sehingga mempunyai sanitasi yang buruk dan masih banyak masyarakat yang menderita penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, motivasi dan peran petugas dengan Perilaku Sanitasi Lingkungan di Desa Rantau Limau Kapas Kecamatan Tiang Pumpung Kabupaten Merangin Tahun 2017.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Rantau Limau Kapas Kecamatan Tiang Pumpung Kabupaten Merangin Tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 245 kepala keluarga dengan sampel penelitian sebanyak 64 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuisoner. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,005).
Berdasarkan analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ_value = 0,005), motivasi (ρ_value = 0,026) dan peran petugas (ρ_value = 0,040) dengan perilaku sanitasi lingkungan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, motivasi dan peran petugas dengan perilaku sanitasi lingkungan di Desa Rantau Limau Kapas Kecamatan Tiang Pumpung Kabupaten Merangin Tahun 2017
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain croos sectional cara pengumpulan data dengan metode wawancara langsung dengan mengunakan kuesioner. Hasil penelitian didapat dari 60 responden yaitu terdiri dari pengetahun p-value 0,02, dukungan p-value 0,05, peran petugas p-value 0,02. Sarana dan prasarana p-value 0,04, berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dukungan ,peran petugas, sarana dan prasarana terhadap kunjungan Posyandu lansia. Kesimpulan penelitian ini diharapkan lansia dapat mengetahui atau memahami masalah yang terjadi pada lansia terutama kemampuannya dalam melakukan kegiatan posyandu lansia dan melakukan aktifitas kehidupan sehari- hari, kepada petugas kesehatan lebih berperan aktif dalam memberikan informasi kepada lansia,serta dapat memberikan motivasi bagi lansia yang ada didesa.
