FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH LIMBAH MEDIS DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT KOLONEL ABUNDJANI BANGKO TAHUN 2022
Keywords:
Pengelolaan Limbah Medis, Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan SaranaAbstract
Latar Belakang : Pengelolaan limbah medis dari fasilitas kesehatan masih menyimpan banyak persoalan. Volume limbah medis yang berasal dari 2.820 Rumah Sakit dan 9.884 Puskesmas di Indonesia mencapai 290-an ton per hari, termasuk di Merangin RSUD Kolonel Abundjani belum 100 % melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai aturan, banyak factor yang mempengaruhi pengelolaan sampah limbah medis tersebut diantaranya adalah pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana.
Metode Penelitian: Desain penelitian adalah cross-sectional. Data bersumber dari data primer dan sekunder, dengan sampel berjumlah 62 petugas yang dipilih dengan menggunakan metode Sample Proporsional Random Sampling.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi petugas yang kurang baik dalam pengelolaan sampah medis (11.5%). Mayoritas petugas memiliki pengetahuan yang kurang baik yakni sebesar 66.1%, sikap yang positif (85.5%), memiliki sarana pengelolaan sampah medis yakni 88.7%. Analisis menunjukkan bahwa faktor risiko upaya petugas pengelolaan limbah medis adalah ketersediaan sarana (P-Value < (0.026). Tidak ada hubungan antara pengetahuan (P-Value > (0.406)dan sikap petugas dengan upaya pengelolaan sampah medis(P-Value > (0.056).
Kesimpulan:Diperlukannya upaya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana pengelolaan limbah medis.
