FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN DUSUN BARU KECAMATAN TABIR KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2016
Keywords:
Jenis Kelamin, Pendidikan, Pengetahuan, PekerjaanAbstract
Masalah gizi pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat sejak dahulu sampai sekarang belum dapat ditanggulangi dengan baik, ini dapat dilihat dari data Riskesdas, prevalensi pendek (stunting) secara nasional juga meningkat dari tahun 2007 sampai 2013 yaitu tahun 2007 (36,7%), tahun 2010 (35,6%) dan tahun 2013 (37,2%). Prevalensi pendek 37,2% terdiri dari 18% sangat pendek dan 19,2% pendek. Prevalensi sangat pendek menunjukkan penurunan, dari 18,8% tahun 2007 dan 18,5% tahun 2010. Prevalensi pendek meningkat dari 18% tahun 2007 menjadi 19,2% tahun 2013. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita yaitu jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Tahun 2016.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 728 balita dengan sampel penelitian sebanyak 88 balita. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data di analisis secara Bivariat dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,005).
Hasil: Menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin (ρ=0,016), pendidikan (ρ=0,031), pengetahuan (ρ=0,044) dan pekerjaan (ρ=0,021) dengan kejadian stunting pada anak balita.
Jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan merupakan faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Tahun 2016.
